Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Hukum & Kriminal

Anggota Polri Jadi Korban Penipuan: Modus Pengadaan BBM Solar Palsu di Balik Kerjasama Fiktif

9
×

Anggota Polri Jadi Korban Penipuan: Modus Pengadaan BBM Solar Palsu di Balik Kerjasama Fiktif

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Blitar – Seorang anggota Polri dengan inisial RP menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh dua individu, AM (50 tahun) warga Brangbara, Kecamatan Sumbawa, dan SP (51 tahun) warga Desa Ngembul, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Kasatreskrim Polresta Mataram, Kompol I Made Yogi Purusa Utama, mengungkapkan bahwa keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

RP menjadi korban penipuan terkait pengadaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar untuk PT Amman Mineral. Modus yang dijalankan oleh pelaku adalah menawarkan pengadaan BBM tersebut menggunakan nama PT Duta Alam Nusantara, yang disebut-sebut telah memiliki kerja sama dengan PT Amman Mineral.

Example 300x600

“Modusnya, keduanya (tersangka) mengiming-imingi korban bisa masuk dalam pengadaan proyek di PT Amman Mineral dan mendapat keuntungan 7,5 persen dari modal awal,” ujar Kompol Yogi pada Senin (15/1).

Korban tertarik dengan tawaran tersebut, dan pelaku meminta uang sebesar Rp 100 juta. Uang tersebut dijanjikan akan digunakan untuk membeli tiket pesawat kelas bisnis guna mendatangkan perwakilan dari PT Amman Mineral ke Mataram, serta mengikat kerja sama dengan PT Amman Mineral. Namun, korban hanya setuju untuk mengirimkan Rp 50 juta terlebih dahulu.

Setelah transaksi dilakukan, korban kemudian menugaskan dua orang lainnya untuk bertemu dengan tersangka di sebuah hotel di Mataram guna memastikan kerja sama proyek. Namun, setelah transfer uang dilakukan, tersangka tidak dapat menunjukkan bukti pembelian tiket pesawat.

Korban yang curiga kemudian melakukan penyelidikan dan mengetahui bahwa PT Duta Alam Nusantara sebenarnya tidak memiliki kerja sama dengan PT Amman Mineral.

“Sehingga melaporkan, korban mengalami kerugian Rp 50 juta,” ungkap Kompol Yogi.

Pelaku berhasil ditangkap pada Kamis (11/1) di wilayah Sumbawa. Keduanya dijerat dengan Pasal 378 KUHP atau Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. Meski demikian, hingga saat ini, uang korban belum dikembalikan.

Tersangka SP, dalam pernyataannya, mengaku sebagai direktur di PT Duta Alam Nusantara, tetapi menyebut bahwa perusahaan tersebut belum memiliki kerja sama dengan PT Amman Mineral. Sementara itu, tersangka AM mengklaim hanya membantu tersangka SP tanpa mendapat uang.

Kasus ini menunjukkan bahwa modus penipuan dapat merambah ke berbagai sektor, bahkan melibatkan anggota kepolisian. Masyarakat diingatkan untuk selalu waspada dan melakukan verifikasi sebelum terlibat dalam transaksi yang melibatkan uang.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *