Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Hukum & Kriminal

Ketegangan Kampus: Mahasiswa BEM Malang Kota Diberi Deadline Terkait Berita Palsu

10
×

Ketegangan Kampus: Mahasiswa BEM Malang Kota Diberi Deadline Terkait Berita Palsu

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Malang Kota, 23 Januari 2024 – Tiga mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Kota Malang mendapati diri mereka dalam sorotan setelah diberi deadline terkait dugaan penyebaran berita palsu. Buher, seorang pemanggilan akrab untuk pria yang belum diidentifikasi, memberikan ultimatum kepada ketiga pemimpin BEM untuk memberikan klarifikasi terhadap dua tindakan yang dianggap menyesatkan publik.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Budi Hermanto, menyatakan bahwa ketiga mahasiswa tersebut telah melakukan demonstrasi dua kali dan menyebarkan informasi palsu kepada masyarakat. Mereka diduga menyebarkan berita palsu sebagai tanggapan terhadap dugaan kriminalisasi yang diakui oleh pengunjuk rasa pada September 2023 terkait penanganan kasus perkelahian di Jalan Bandung, Kota Malang.

Example 300x600

Ketegangan antara petugas keamanan dan pengunjuk rasa mencerminkan perbedaan pendapat tentang tindakan penegakan hukum. Laporan ini didasarkan pada Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang informasi dan transaksi elektronik, sebagaimana dijelaskan dalam Pasal 27 dan/atau Pasal 311 KUHP juncto Pasal 45.

Dalam konferensi pers di Polresta Malang Kota pada Senin, 22 Januari 2024, Syafril, salah satu pemimpin BEM, menyatakan bahwa tuduhan kriminalisasi yang dialamatkan kepada mereka adalah fitnah. Ia menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan bahwa beberapa anggota BEM telah dilaporkan.

Sebagai respons, Syafril, sebagai mahasiswa yang cerdas, mengungkapkan keyakinannya bahwa klarifikasi langsung atau melaporkan dugaan kriminalisasi kepada pihak berwenang adalah langkah yang harus diambil. “Ini bukan sekadar opini, melainkan langkah konkrit dalam menanggapi dugaan pelanggaran hukum,” ujarnya, seperti yang dikutip dari AntaraNews, Selasa, 23 Januari 2024.

Kompol Danang Yudanto dari Satuan Reskrim Polresta Malang Kota telah menerima dua laporan polisi terkait tiga pemimpin BEM. Laporan tersebut berasal dari masyarakat dan Kapolresta Malang Kota, Kombes Budi Hermanto. Danang menjelaskan bahwa sebagai kepala institusi yang dianggap terlibat dalam kriminalisasi, Kapolresta membuat laporan.

“Ada dua laporan polisi. Bapak Kapolresta dan masyarakat. Kepolisian yang membuat laporan, bapak Kapolresta selaku pemimpin institusi yang saat itu dikabarkan mengkriminalisasi,” kata Danang. Satreskrim Polresta Malang Kota akan memanggil tiga terlapor F, M, dan A setelah menerima laporan. Jumlah terlapor dapat bertambah selama penyelidikan berlangsung, dan proses pemeriksaan akan dilakukan secara menyeluruh sebelum informasi lebih lanjut diberikan.

Kasus ini mencerminkan kompleksitas hubungan antara polisi dan mahasiswa, menuntut penanganan hukum yang adil dan transparan.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *