Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Hukum & Kriminal

Ayah Tertuduh Pembunuhan Putri Sendiri Dituntut Penjara Seumur Hidup

16
×

Ayah Tertuduh Pembunuhan Putri Sendiri Dituntut Penjara Seumur Hidup

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kediri – Kasus pembunuhan yang menggemparkan di Kabupaten Kediri kembali memasuki babak baru dengan agenda tuntutan terhadap terdakwa, ayah yang diduga membunuh putri kandungnya. Sidang yang dilaksanakan secara tertutup ini menghadirkan terdakwa secara daring di Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri.

Setelah beberapa kali penundaan, tuntutan akhirnya dapat dibacakan di hadapan majelis hakim. Suprapto alias Totok, terdakwa dalam kasus ini, didakwa seumur hidup oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) kejaksaan negeri setempat, atas tindakan kejamnya terhadap korban, Ella.

Example 300x600

“Akademi Suprapto alias Totok dituntut penjara seumur hidup. Ini karena dia terbukti dengan sengaja merenggut nyawa orang lain dan melakukan kekerasan seksual di dalam lingkup rumah tangga,” jelas Aji Rahmadi, Kasi Pidum Kejari Kabupaten Kediri.

Beberapa faktor dianggap memberatkan dalam tuntutan tersebut. Pertama, aksi terdakwa dinilai sadis. Kedua, korban adalah anak kandungnya sendiri.

“Hal yang memberatkan adalah terdakwa melakukan aksi dengan kekejaman yang tinggi, lebih lanjut, dia melakukan tindakan ini terhadap anaknya sendiri. Perbuatan ini telah menimbulkan penderitaan mendalam bagi keluarga dan korban. Selain itu, terdakwa tidak hanya membunuh, tapi juga melakukan pemerkosaan terlebih dahulu,” ungkapnya.

Di sisi lain, penasihat hukum terdakwa, Merdiko Utomo, menyatakan menerima tuntutan yang dibacakan. Hal ini disebabkan oleh kekejian perbuatan yang dilakukan oleh kliennya.

“Kami sebagai penasihat hukum menerima tuntutan yang dibacakan. Karena tindakan Totok ini sudah terlalu keji,” jelasnya setelah sidang.

Meski demikian, sebagai penasihat hukum yang ditugaskan oleh negara, Merdiko tidak menyerah dalam meminta keringanan hukuman. Ini adalah langkah yang wajib dilakukan, meskipun belum ada jaminan bahwa hakim akan menerima poin-poin yang meringankan bagi terdakwa.

“Segala hal yang dapat meringankan harus disampaikan, dan keputusan akhir berada di tangan hakim. Faktor-faktor yang meringankan termasuk pengakuan terdakwa atas perbuatannya dan penyesalannya, serta catatan tanpa pidana sebelumnya. Totok juga bersikap kooperatif selama memberikan keterangan kepada majelis hakim,” tambahnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *