Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Hukum & KriminalPeristiwa

Gadis SMP Di Kendari Sampai Pingsan Setelah Dibully, Pelaku Diamankan

16
×

Gadis SMP Di Kendari Sampai Pingsan Setelah Dibully, Pelaku Diamankan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

kendari – Kejadian memilukan terjadi di sebuah SMP di Kendari, dimana seorang siswi berinisial A (16) dikabarkan sampai pingsan setelah menjadi korban bully oleh dua rekannya sesama siswi SMP.

Peristiwa itu terungkap melalui viralnya sebuah video yang menunjukkan kedua pelaku bully tersebut secara brutal memukuli korban hingga membuatnya kehilangan kesadaran. Polisi dari Jajaran Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap kedua pelaku di rumah mereka masing-masing di Kecamatan Abeli, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Example 300x600

Menurut Kasat Reskrim Polresta Kendari AKP Fitrayadi, kedua tersangka pelaku berinisial I (16) dan AS (17) diamankan atas dugaan kuat melakukan penganiayaan terhadap siswi SMP berinisial A. Sementara satu pelaku lainnya, berinisial D, masih dalam pencarian.

“Pelaku inisial D masih dalam pencarian, kami berharap untuk segera menemukannya,” ungkap Fitrayadi dalam konferensi persnya.

Motif dari kekerasan tersebut diduga dipicu oleh sebuah status di WhatsApp salah satu pelaku yang menyinggung korban. Korban kemudian membalas dengan membuat status sendiri, yang kemudian memicu serangan fisik terhadapnya.

Video yang memperlihatkan kejadian tersebut menunjukkan kedua pelaku menyerang korban secara brutal, bahkan setelah korban jatuh pingsan. Rekaman tersebut menyebar luas di media sosial dan mengejutkan banyak orang.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) turun tangan dengan memberikan pelayanan khusus kepada korban di rumah sakit. Plt Kadis DP3A Kota Kendari, Fitriani Sinopay, mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan asesmen terhadap korban untuk mengetahui kebutuhannya.

“Tindakan lebih lanjut akan diambil setelah asesmen selesai. Korban akan mendapatkan pelayanan psikososial dan bantuan hukum sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Fitriani juga mengecam keras tindakan pelaku yang masih berstatus siswi SMP. Dia berharap insiden ini dapat menjadi peringatan bagi semua pihak untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *