Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Hukum & Kriminal

Polres Tulungagung Berhasil Ungkap Kasus Illegal Logging Dua Tersangka Ditangkap

13
×

Polres Tulungagung Berhasil Ungkap Kasus Illegal Logging Dua Tersangka Ditangkap

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Tulungagung – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tulungagung sukses mengungkap kasus illegal logging di wilayahnya. Kapolres Tulungagung, AKBP Teuku Arsya Khadafi, menyampaikan hal ini dalam sebuah jumpa pers yang digelar di depan Markas Polres setempat pada Jumat (05/04/2024).

Menurut Kapolres, pihaknya telah menetapkan dua tersangka yang tertangkap tangan melakukan illegal logging pada Jumat, 22 Maret 2024 lalu, di petak 71A Desa Pakisrejo, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung.

Example 300x600

“Masing-masing tersangka berinisial SW (46), warga Desa Pakisrejo, Kecamatan Tanggunggunung, dan PJ (32), warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa pengungkapan kasus ini dimulai pada Jumat, 22 Maret 2024, ketika petugas Pidana Khusus (Pidsus) Satreskrim Polres Tulungagung berhasil mengamankan tersangka PJ yang kedapatan membawa puluhan gelondong kayu jati tanpa dokumen sah setelah membelinya dari tersangka SW.

“Penangkapan dilakukan oleh Unit Pidsus bersama dengan pihak Perhutani KPH Blitar. Saat itu, PJ sedang membawa 73 gelondong kayu jati menggunakan truk engkel di jalan raya masuk Desa Beji, Kecamatan Boyolangu,” jelasnya.

Kapolres menyatakan bahwa setelah mengamankan PJ, petugas kemudian melakukan pengembangan pada Sabtu, 23 Maret 2024, yang mengarah pada penangkapan SW. SW diduga melakukan pencurian 10 pohon jati yang kemudian dijual kepada PJ dengan harga Rp 879.000,-.

“SW ditangkap di rumahnya tanpa memberikan perlawanan,” tambah Kapolres.

Dari hasil penyidikan lebih lanjut, tersangka SW mengakui telah melakukan aksi serupa sebanyak lima kali, mencuri pohon jati milik Perhutani KPH Blitar di lokasi yang berbeda.

“Perhutani KPH Blitar mengalami kerugian sebesar Rp 6 juta akibat kejadian ini,” tambahnya.

Selain menangkap kedua tersangka, polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk satu buah gergaji tangan warna hijau, satu buah meteran, satu unit sepeda motor Suzuki Smash yang sudah dimodifikasi, satu unit truk engkel warna biru dengan nomor polisi AG 9570 R, dan 73 gelondong kayu jati berukuran panjang 90 cm dengan diameter 20 cm.

“Para tersangka berpotensi dihukum minimal satu tahun dan maksimal lima tahun penjara,” pungkasnya.

Administrator KPH Blitar, Andy Iswindarto, yang turut hadir dalam jumpa pers tersebut, memberikan penghargaan kepada Kapolres Tulungagung atas kinerja Polres dalam mengungkap kasus ini.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *